Showing posts with label volvo. Show all posts
Showing posts with label volvo. Show all posts

Wednesday, May 30, 2012

bus volvo ini bermesin fuso built up

Bus ini adalah volvo yang sudah lama dimiliki oleh po harapanjaya, dulu setelah pertama kali poharapanjaya menggambil bus scania yang telah teruji kwalitasnya lalu pihak management memutuskan untuk mengambil provit volvo bus, namun tidak berselang waktu yang lama terkena beberapa trobel pada bus volvo ini, akhirnya diputuskan mesin bis volvo ini di ganti dengan mesin mitsubishi fuso built up, setelah selesai pengujian dan layak jalan ternyata bisa lancaaar sampai sekarang.





Thursday, October 13, 2011

Apa itu ABS ?

ABS Merupakan singkatan dari Antilock Breaking System, merupakan sebuah sistem keamanan yang memungkinkan roda pada kendaraan bermotor untuk terus berinteraksi dengan permukaan jalan seperti yang diarahkan oleh kemudi saat terjadinya pengereman, dengan menggunakan tekanan rem yang terjadi secara otomatis saat akan berhenti sehingga mencegah penguncian roda atau selip. Dengan mencegah roda mengunci, memungkinkan pengemudi untuk mempertahankan kontrol kemudi dan meningkatkan jarak pengereman sependek mungkin.
Awalnya sistem ABS hanya digunakan pada mobil-mobil modern, tetapi kini telah dikembangkan untuk digunakan pada truk dan bus-bus buatan Eropa. saat ini sistem ABS tidak hanya berfungsi untuk mencegah terkuncinya roda saat pengereman, tetapi juga mempu mengontrol bias rem depan ke belakang secara elektronik. Fungsi ini, tergantung pada kemampuan spesifik dan implementasi, dikenal sebagai Electronic Brakeforce Distribution (EBD),  Traction Control System (sistem kontrol traksi), emergency brake assist, atau Electronic Stability Control (ESC)

Sebuah ABS umum meliputi unit kontrol pusat elektronik atau Electronic Control Unit (ECU), sensor kecepatan 4 roda, dan setidaknya dua katup rem hidrolik. ECU terus memonitor kecepatan rotasi dari setiap roda, jika mendeteksi sebuah roda berputar secara signifikan lebih lambat dari yang lain, maka ECU akan mengurangi tekanan hidrolik pada rem roda tersebut sehingga mengurangi gaya pengereman pada roda tsb sehingga roda berputar lebih cepat. Sebaliknya, jika ECU mendeteksi roda berputar secara signifikan lebih cepat daripada yang lain, maka ECU akan menambah tekanan hidrolik pada rem roda tsb sehingga mengurangi putaran roda dan kecepatan pada roda tsb. Proses ini diulang terus-menerus dan dapat dideteksi oleh pengemudi melalui denyut pedal rem (biasanya ditandai dengan bunyi "klik"). Beberapa sistem ABS dapat menerapkan atau melepaskan tekanan pengereman 16 kali per detik.

Jika kesalahan terjadi pada setiap bagian dari ABS, lampu peringatan biasanya akan menyala pada panel instrumen kendaraan, dan ABS akan dinonaktifkan sampai kesalahan diperbaiki.
Peralatan ABS juga dapat digunakan untuk mengimplementasikan sistem kontrol traksi atau Traction Control System (TCS) pada percepatan kendaraan. Ketika kecepatan kendaraan meningkat, dan ban kehilangan traksi, controller ABS dapat mendeteksi situasi dan mengambil tindakan yang sesuai sehingga traksi  kembali. Versi yang lebih canggih ini juga dapat mengontrol tingkat throttle dan rem secara bersamaan.

Ada empat komponen utama pada ABS: sensor kecepatan, katup, pompa, dan kontroler.

  • Sensor Kecepatan
Sistem ABS memiliki beberapa cara untuk mengetahui ketika roda akan terkunci atau selip. Sensor terletak pada masing-masing roda kendaraan
  • Katup
Ada sebuah katup di jalur rem dari masing-masing rem yang dikendalikan oleh ABS. Pada beberapa sistem, katup memiliki tiga posisi, yaitu:
 - Dalam posisi satu, katup terbuka. tekanan dari Silinder utama dilewatkan sampai ke rem
 - Dalam posisi dua, katup menutup jalur dari jalur silinder utama. Hal ini untuk mencegah tekanan pada jalur rem meningkat sehingga pengemudi harus menekan pedal rem lebih keras.
 - Dalam posisi tiga, katup membuka beberapa tekanan dari rem.
  • Pompa
Karena katup mampu melepaskan tekanan dari rem, Pompadigunakan untuk menekan itu kembali. itulah fungsi pompa pada sistem ini. Ketika katup mengurangi tekanan dalam sebuah jalur pengereman, Pompa inilah yang berfungsi untuk mengembalikan tekanan.
  • Kontroler
Kontroler atau ECU  berfungsi menerima informasi dari masing-masing sensor kecepatan roda. Saat roda kehilangan traksi, sinyal akan dikirim ke ECU, ECU kemudian akan membatasi Brakeforce (EBD) dan mengaktifkan modulator ABS

ABS menggunakan skema yang berbeda tergantung pada jenis rem yang digunakan. Mereka dapat dibedakan oleh jumlah saluran: yaitu, berapa banyak katup yang dikendalikan secara individual dan jumlah sensor kecepatan

  • Empat-saluran, empat sensor ABS
Ini adalah skema terbaik. Ada sebuah sensor kecepatan di keempat roda dan katup yang terpisah untuk masing-masing roda. Dengan skema ini, ECU memonitor setiap roda secara individual untuk memastikan itu mencapai kekuatan pengereman yang maksimal.
  • Tiga-saluran, empat sensor ABS
Ada sebuah sensor kecepatan di keempat roda dan katup yang terpisah untuk masing-masing roda depan, tetapi hanya satu katup untuk kedua roda belakang.
  • Tiga-saluran, tiga-sensor ABS
Skema, biasanya ditemukan pada truk dengan empat roda ABS, memiliki kecepatan sensor dan sebuah katup untuk masing-masing roda depan, dengan satu katup dan satu sensor untuk kedua roda belakang. Sensor kecepatan untuk roda belakang terletak di poros belakang. Sistem ini menyediakan kendali individu roda depan, sehingga keduanya mencapai gaya pengereman maksimum. Roda belakang dipantau bersama-sama. keduanya harus mulai mengunci sebelum ABS akan mengaktifkan di bagian belakang. Dengan sistem ini, memungkinkan salah satu roda belakang akan mengunci selama berhenti, mengurangi efektivitas rem. Sistem ini mudah untuk mengidentifikasi, karena tidak ada sensor kecepatan individu untuk roda belakang.
  • Satu-saluran, satu-sensor ABS
Sistem ini umumnya ditemukan pada truk dengan roda belakang ABS. Ini memiliki satu katup, yang mengendalikan kedua roda belakang, dan satu sensor kecepatan, yang terletak di poros belakang. Sistem ini beroperasi sama seperti bagian belakang sistem tiga-saluran. Roda belakang dipantau bersama-sama dan keduanya harus mulai untuk mengunci sebelum ABS menyala. Dalam sistem ini juga memungkinkan satu roda belakang akan mengunci dan mengurangi efektivitas rem. Sistem ini juga mudah untuk mengidentifikasi, karena tidak ada sensor kecepatan individu untuk setiap roda.

Pada bus PO Harapan Jaya, ABS dapat ditemukan pada Scania K124, Scania K124 Matic, Scania K310 dan Scania K380

taken from Wikipedia, dengan beberapa perubahan untuk menyesuaikan bahasa


Monday, September 26, 2011

New Jetbus Volvo B7R by morojepun

New Jetbus Volvo B7R by morojepun




Sunday, July 17, 2011

Bengkel Body Intern Karoseri "Morojepun" PO. Harapan Jaya

Bengkel Body  Intern Karoseri "Morojepun"  PO. Harapan Jaya
"Morojepun" mungkin masih banyak dari rekan-rekan semua yang masih asing dengan nama tersebut, tapi saya yakin beberapa dari anda pernah mendengar nama tersebut. Ya...itulah istilah yang diberikan oleh para kru dan mekanik PO Harapan Jaya untuk sebuah tempat di Garasi PO Harapan Jaya.


Tempat ini digunakan oleh para mekanik body PO Harapan Jaya untuk memperbaiki body-body bus, mengecat, menambal bahkan membuat body sendiri. pada awalnya fungsi tempat ini hanyalah untuk memperbaiki dan mengecat body bis milik PO. Harapan Jaya sendiri yang tergores atau mengalami kecelakaan.

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, dengan didukung oleh mekanik, tukang las dan tukang cat yang menurut informasi, beberapa diantara mereka adalah jebolan dari Karoseri Adi Putro Malang, bengkel ini berkembang dari yang sebelumnya hanya melakukan perbaikan body ringan menjadi sebuah bengkel yang mampu membuat body bis sendiri walaupun dengan model dan konsep yang sederhana maupun tiruan dari karoseri-karoseri yang sudah terkenal. sebut saja model New Travego besutan karoseri Adi Putro Malang sudah pernah dibuat oleh bengkel "morojepun" ini.

Selain itu, bengkel ini juga berani melakukan terobosan baru dengan menggabungkan beberapa model dari bermacam-macam karoseri menjadi suatu model body dalam 1 bus yang saya yakin tidak akan anda temukan pada PO lainnya. Tentunya hal ini sudah mendapatkan persetujuan dari karoseri yang bersangkutan

Dibawah ini adalah beberapa contoh bus yang dibuat oleh bengkel bus "morojepun" Harapan Jaya




  • Volvo B7R New Travego.
Setelah sempat mengalami kecelakaan pada tahun 2009, body bis dengan Nopol AG 7531 UR ini mengalami beberapa perombakan besar dari yang awalnya menggunakan body old Travego kini

Volvo B7R body New Travego

Volvo B7R body New Travego

  • Hino AK8 Galaxy Fusion
Perpaduan dari Galaxy Exl pada body depan lengkap dengan Lampu Sniper Black, model Proteus pada body tengah dan  model Jetbus pada body belakang. Menggunakan  lampu Sniper BlackBody depan Galaxy Exl Body samping Proteus Lampu Belakang Jetbus, 





  • OH 1521 Galaxy Trav
Perpaduan antara New Travego pada body tengah dan belakang dengan sedikit modifikasi pada lubang angin kap mesin yang menyerupai model Jetbus. Body depan mengadaptasi model Galaxy Exl  lengkap dengan lampu Sniper Black khas karoseri Tentrem Lampu belakang New Travego


Body depan Galaxy Exl

  • OH 1521 New Travego Pariwisata Livery Jakarta
Tidak ada yang istimewa pada armada ini. sama seperti model New Travego yang lainnya. hanya ini adalah buatan dari "Morojepun" PO. Harapan Jaya


Lampu depan Sniper Black




  • OH 1521 New Travego
salah satu hasil karya Bengkel "Morojepun". merubah body H 030 yang sebelumnya menggunakan body lawas besutan karoseri New Armada menjadi model New Travego




  • Volvo B7R Jetbus
Terobosan baru dari bengkel "Morojepun". Mencoba memodifikasi bodi Volvo B7R yang sebelumnya menggunakan body Old Setra menjadi Jetbus besutan karoseri Adi Putro. ini merupakan tantangan besar dikarenakan PO Harapan Jaya belum pernah memiliki model asli Jetbus dari Adi Putro. Model ini dijadwalkan akan selesai bulan Agustus 2011 nanti






 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes